SEKARANG JAM SEKIAN BRO

Kamis, 27 Maret 2014

kreasi facebook

https://www.facebook.com/yoga.lely
FOLLOW THIS









 MENU BOT KOMEN & LIKE :


 > BOT CRONJOB 1

> BOT CRONJOB 2

MENU AUTO LIKE :


> AUTO LIKE 1

> AUTO LIKE 2

> AUTO LIKE 3

> AUTO LIKE 4

> KREASI FULL BOT

> BOT INSTALL ONLINE 24 JAM












budidaya tanam hortikultura



BAB I 2

PENDAHULUAN.. 2

1.1        Latar belakang. 2

 . 5



BAB I

1.1        Latar belakang
Tanaman hias mencakup semua tumbuhan, baik berbentuk terna, merambat, semak, perdu, ataupun pohon, yang sengaja ditanam orang sebagai komponen taman, kebun rumah, penghias ruangan, upacara, komponen riasan/busana, atau sebagai komponen karangan bunga. Bunga potong pun dapat dimasukkan sebagai tanaman hias. Dalam konteks umum, tanaman hias adalah salah satu dari pengelompokan berdasarkan fungsi dari tanaman hortikultura. Bagian yang dimanfaatkan orang tidak semata bunga, tetapi kesan keindahan yang dimunculkan oleh tanaman ini. Selain bunga (warna dan aroma), daun, buah, batang, bahkan pepagan dapat menjadi komponen yang dimanfaatkan. Sebagai contoh, beberapa ranting tumbuhan yang mengeluarkan aroma segar dapat diletakkan di ruangan untuk mengharumkan ruangan dapat menjadikannya sebagai tanaman hias.
Dalam arsitektur lansekap, bentuk dan penempatan tanaman hias menjadi pertimbangan yang penting. Isu lainnya yang penting dalam tanaman hias adalah habitat alami yang disukai tumbuhan tersebut serta bentuk tajuk yang dimilikinya. Dalam pengertian ini, tanaman hias dapat mencakup pula tanaman tepi jalan serta tanaman penaung (di ruang terbuka).
Karena tanaman hias dikelompokkan berdasarkan fungsinya, tidak menutup kemungkinan bahwa suatu tanaman sayuran, tanaman obat, atau tanaman buah menjadi tanaman hias, atau sebaliknya.

1.2  Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini:
1. Untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah ADP
2. mengetahui tanggapan masyarakat tentang tanaman hias
3. Menambah wawasan tentang tanaman hias





Saat ini banyak jenis bunga yang bisa kita dapatkan di toko bunga. Biasanya toko bunga menjualnya lengkap dengan vas bunga. Namun kita juga dapat membeli hanya seikat bunga. Berbagai bunga yang dijual, dipajang dengan indah. Kita dapat membelinya untuk hadiah kepada orang yang kita sayangi maupun untuk kita sendiri sebagai tanaman budidaya. Selain itu, banyak juga bunga yang dijadikan sebagai tanaman hias. Berikut ini adalah jenis-jenis bunga yang paling disukai:
1.Bunga Teratai
Bunga Teratai lebih dikenal masyarakat dunia dengan nama Water lily. Namun bunga ini bukanlah jenis dari bunga Lily. Bunga ini adalah bunga dari tanaman yang hidup dan tumbuh di permukaan air. Tanaman ini dapat tumbuh di permukaan air yang tenang, seperti di kolam, sungai atau rawa. Oleh karena itu, bagi orang-orang yang ingin memelihara bunga ini haruslah memiliki kolam untuk membudidayakannya.
2.Kateliya (Cattleya)
Bunga Kamboja berasal dari Amerika Tengah dan banyak tumbuh di Meksiko dan Venezuela. Bunga ini lebih dikenal dengan nama Plumeria, yang diambil dari nama seorang ahli tanaman yang berasal dari Perancis dan terkenal pada abad ke-17, yaitu Charles Plumier. Sebelum terkenal dengan nama Plumeria, bunga Kamboja dikenal dengan nama Frangipani. Nama ini adalah nama seorang berkebangsaan Itali yang menemukan dan membuat minyak wangi dari bunga Kamboja di abad ke-16.
http://tanamanhias.comze.com/images/tanaman%20hias/3.jpg
Gambar 1

3.Kembang Sepatu
Kembang Sepatu berasal dari Asia Timur. Bunga ini juga dapat dijadikan sebagai tanaman hias karena warna-warnanya yang cantik. Bunga ini merupakan jenis tanaman semak dan tumbuh di daerah yang suhunya hangat. Bunga tumbuh pada tanaman yang dapat mencapai ketinggian 2 sampai 5 meter. Daunnya mempunyai bentuk yang agak lebar dan bulat dengan ujung daun yang meruncing.
http://tanamanhias.comze.com/images/tanaman%20hias/7.jpg
4.Bunga Tulip
Bunga Tulip yang banyak tumbuh dan terkenal di negara Belanda, juga merupakan jenis bunga yang banyak dicari. Bunga ini tumbuh di musim dingin, dan tidak dapat tumbuh subur di tempat yang beriklim tropis.

5.Bunga Anyelir
Ketenaran bunga Anyelir hampir menyamai bunga Mawar, dan juga merupakan salah satu bunga yang paling populer di dunia. Bunga ini merupakan ekspresi dari suatu perasaan yang sentimental, kecantikan, serta kesegaran yang tahan lama. Bunga Anyelir kebanyakan berwarna merah muda, namun ada pula yang berwarna merah, putih, kuning dan hijau. Bentuknya bulat dengan komposisi beberapa bagian kelopak yang terpisah.

6.Bunga Melati (Jasmine)
Bunga yang tumbuh setiap tahun ini memiliki wangi yang sangat harum dan khas. Bunga ini tumbuh di daerah tropis dan mekar pada musim semi atau musim panas. Biasanya bunga ini kuncup pada malam hari dan akan mekar lagi pada pagi hari.

7.Bunga Anggrek
Bunga Anggrek yang berasal dari spesies yang bernama Orchidaseae ini dikenal sebagai bunga yang tahan lama. Bunga ini juga sangat populer dengan keeksotikannya. Oleh karena itu banyak orang yang menjadikannya sebagai tanaman hias. Bunga Anggrek mempunyai banyak warna seperti ungu, merah keunguan, putih, dan kuning.

8.Bunga Aster
Sebuah taman bunga tidak lengkap bila tidak ada bunga Aster. Bunga dengan banyak jenis dan warna yang cantik ini mencerminkan keriangan, kegembiraan dan kesederhanaan. Apabila anda ingin berbagi keceriaan pada seseorang dengan bunga, maka bunga Aster adalah pilihan yang tepat.

9.Bunga Mawar
Bunga Mawar merupakan bunga yang paling banyak dicari dan disukai oleh semua orang. Karena dengan warna dan bentuknya yang cantik, serta wanginya yang harum mampu menggugah perasaan seseorang. Oleh karena itu bunga Mawar merupakan bunga yang paling populer di dunia, dengan banyaknya jenis Mawar yang begitu memikat. Bunga Mawar disukai oleh orang tidak hanya untuk dipajang atau ditanam dalam vas atau pot bunga, tetapi juga dengan membuat kebun bunga Mawa
http://bits.wikimedia.org/static-1.22wmf20/skins/common/images/magnify-clip.png


Jika ada kemauan pasti ada jalan, itulah peribahasa yang selalu kita dengar, dengan kata lain janganlah berputus asa dalam berusaha sekalipun kita tidak memiliki modal yang bahkan tidak ada, tapi jika berkemauan yang tinggi maka cobalah berusaha tanaman hias yang mudah dan murah untuk dikerjakan.
Berawal dari kemauan dan kesabaran maka usaha kita akan berkembang dan menjadi usaha andalan yang dapat menjadi penopang kehidupan keluarga.
Mudah-mudahan bermanfaat bagi pembaca dan bagi yang memerlukan cara membudidayakan tanaman hias puring dan cara untuk peningkatan usaha.

Sejarah kebun raya purwodadi pasuruan



SEJARAH KEBUN RAYA PURWODADI PASURUAN

Kebun Raya Purwodadi adalah sebuah kebun penelitian besar yang terletak di Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur, Indonesia. Luasnya mencapai 85 hektar dan memiliki sekitar 10.000 jenis koleksi pohon dan tumbuhan.

kebun raya Purwodadi didirikan pada tanggal 30 Januari 1941 oleh Dr. Lourens Gerhard Marinus Baas Becking atas prakarsa Dr. Dirk Fok van Slooten pada tanggal 30 Januari 1941 sebagai pemekaran dari Stasiun Percobaan 's Lands Plantentuin Buitenzorg atau Kebun Raya Bogor. Kebun ini merupakan salah satu dari tiga cabang Kebun Raya Indonesia (Kebun Raya Bogor) yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi spesifik. Kedua cabang lainnya adalah Kebun Raya Cibodas dan Kebun Raya Eka Karya Bali. Pengelolaan seluruh Kebun Raya ini berada di bawah tanggung jawab Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Mula-mula kebun ini dipergunakan untuk kegiatan penelitian tanaman perkebunan. Kemudian pada tahun 1954 mulai diterapkan dasar-dasar perkebunrayaan yaitu dengan dimulainya pembuatan petak-petak tanaman koleksi. Sejak tahun 1980 sebagian tanaman ditata kembali menurut kelompok suku yang menganut klasifikasi sistem Engler dan Pranti. Dalam perkembangannya diharapkan Cabang Balai Kebun Raya Purwodadi akan menjadi pusat konservasi dan penelitihan tumbuhan iklim kering di daerah tropis.

pengolahan air limbah di indonesia


 Meningkatkan Kepedulian terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup melalui Pemilahan Sampah Mandiri
Oleh:Marita Ahdiyana
FISE UNY Abstrak

Hampir seluruh kegiatan yang dilakukan manusia tidak luput dari menghasilkan bekas atau sisa kegiatan atau dengan kata lain adalah sampah. Tanpa disadari manusia adalah penghasil sampah, dan apabila pengelolaannya tidak diperhitungkan, maka sampah akan menimbulkan banyak masalah. Sehingga kesadaran manusia akan sampahsangat penting artinya untuk memberikan sumbangan pada kelestarian lingkungan dan
hidup manusia sendiri.Sebagai salah satu sumber sampah, setiap rumah tangga perlu ikut berperan dalam menangani sampah. Jika dilakuka bersama dengan segenap masyarakat, upaya menangani sampah dapat memberi manfaat yang besar bagi kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu proses penting untuk melakukan perubahan adalah melalui pemahaman dan pengetahuan.Artikel ini akan membahas pentingnya kepedulian terhadap kelestarian lingkungan hidup, pentingnya kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan sampah mandiri, serta sumbangan pemilahan sampah mandiri bagi kelestarian lingkunganhidup.
Kata Kunci: Sampah, Pemilahan Sampah, Kelestarian Lingkungan Hidup.

Pendahuluan

Hampir semua aktivitas yang dijalankan manusia pada akhirnya bermuara pada meninggalkan bekas atau sisa kegiatan yang berupa sampah. Mulai dari kegiatan rumah tangga seperti memasak, hingga perbaikan rumah, penggunaan produk-produk seperti produk mandi, makan dan lain sebagainya. Sehingga manusia adalah penghasil sampah yang utama, dan jika pengelolaannya diabaikan, maka sampah akan menimbulkan
permasalahan lingkungan yang serius. Sehingga kesadaran manusia akan sampah sangat penting artinya untuk memberikan sumbangan pada kelestarian lingkungan dan hidup manusia sendiri.Pada akhir 2009, sampah perkotaan di Kota Yogyakarta yang kemudian diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) Piyungan Bantul, DIY, mencapai 285 ton per hari.
Volume tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan rata-rata produksi sampah sepanjang 2004-2005, yang mencapai 300 ton per hari ( Radar Jogja, 30 Juni 2010. Menurut Suyana, selaku Kepala Badan Lingkungan hidup (BLH ) KotaYogyakarta, penurunan jumlah tersebut antara lain disebabkan oleh keberhasilan pengelolaan sampah organik di tingkat komunal dengan memperbanyak komposter. Dari pengalaman tersebut pihak BLH mematok target, hingga 2011 nanti produksi sampah bisa berkurang sebesar 30 persen. Sehingga pemerintah mengajak keterlibatan masyarakat
melakukan pola memilah dan memilih sampah serta mengelola sampah mandiri di tingkat terkecil yaitu rumah tangga. Karena manusia dapat memberikan sumbangan yang sangat bermanfaat bagi kelestaraian lingkungan dimulai dari mengelola sampah rumah tangganya.
 
      Pada awal tulisan ini akan dibahas tentang pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup, pentingnya kesadaran pengelolaan sampah rumah tangga melalui pemilahan sampah, serta sumbangan pemilahan sampah rumah tangga secara mandiri bagi kelestarian lingkungan hidup.

Pentingnya Kepedulian terhadap Kelestarian Lingkungan Hidup

Menurut UU No. 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup,
lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

Ø  Unsur Hayati (biotik) : yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari makhluk hidup,seperti manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, dan jasad renik.Unsur Sosial Budaya : yaitu lingkungan sosial dan budaya yang dibuat manusia yang merupakan sistem nilai, gagasan, dan keyakinan dalam perilaku sebagai makhluksosial.

Ø  Unsur Fisik (abiotik) : yaitu unsur lingkungan hidup yang terdiri dari benda-benda tidak hidup, seperti tanah, air, udara, iklim dan lain-lain.Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di muka bumi. Keberadaan lingkungan fisik sangat besar peranannya bagi kelangsungan hidup segenap kehidupan di bumi. Karena kehidupan di muka bumi akan berlangsung secara wajar jika lingkungan fisik tetap terjaga keseimbangannya.


Kerusakan lingkungan fisik akan mengakibatkan banyak bencana yang dapat mengancam keselamatan manusia seperti kekeringan, banjir, tanah longsor, perubahan musim yang tidak teratur, dan munculnya berbagai penyakit.

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
Kerusakan lingkungan hidup akibat peristiwa alam seperti: letusan gunung berapi,gempa bumi, angin puting beliung Kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini. Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak
buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup. Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:
Terjadinya pencemaran (baik pencemaran udara, air, tanah, maupun suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Selain hal-hal tersebut, juga ada beberapa ulah manusia yang bersifat langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain: penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan). perburuan liar, merusak hutan bakau, penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman, pembuangan sampah di sembarang tempat, bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS), serta pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas. Melestarikan lingkungan hidup merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi dan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pemimpin negara saja,melainkan tanggung jawab setiap insan di bumi, dari balita sampai manula. Setiap orang
harus melakukan usaha untuk menyelamatkan lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Sekecil apa pun usaha yang kita lakukan sangat besar manfaatnya bagi terwujudnya bumi yang layak huni bagi generasi anak cucu kita kelak.
Sebagai warga negara yang baik, masyarakat harus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kelestarian lingkungan hidup di sekitarnya sesuai dengan kemampuan masingmasing.Beberapa upaya yang dapat dilakukan masyarakat berkaitan dengan pelestarian lingkungan hidup antara lain: pelestarian tanah dan pelestarian udara, salah satunya
dengan kepedulian terhadap pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri.

Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Melalui Pemilahan Sampah Mandiri :

Sering tidak kita sadari bahwa sampah yang kita hasilkan dalam kegiatan hidup sehari-hari dapat menimbulkan permasalahan yang serius terhadap kelestarian lingkungan. Karena sampah tersebut memakan waktu yang cukup lama untuk dapathancur atau bahkan sama sekali tidak dapat hancur. Tabel berikut ini menggambarkan perbandingan lamanya sampah organik dan non-organik hancur:

Tabel 1
Jenis Sampah dan Lama Hancur
Jenis Sampah Lama Hancur
Kertas
Kulit Jeruk
Dus Karton
Filter Rokok
Kantong Plastik
Kulit Sepatu
Pakaian/Nylon
Plastik
2-5
6 bulan
5 bulan
10-12 tahun
10-20 tahun
25-40 tahun
30-40 tahun
50-80 tahun
5
Alumunium
Styrofoam
80-100 tahun
Tidak hancur

Dari tabel tentang lama hancur sampah diatas, dapat diperoleh gambaran bahwa andil setiap warga masyarakat sangat diperlukan untuk mau mulai peduli dengan pengelolaan sampah terutama sampah rumah tangganya. Kehadiran sampah rumah tangga dalam lingkungan kita merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, hal ini terjadi karena setiap kegiatan manusia pasti akan mendatangkan sampah.Menurut Kamus Terbaru Bahasa Indonesia, sampah adalah barang atau sesuatu yang tidak dipakai lagi sehingga dibuang ( 2008: 569 ). Selain itu, Manik (2004:67),mendefinisikan sampah sebagai suatu benda yang tidak digunakan atau tidak dikehendaki
dan harus dibuang, yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Sedangkan Nugroho, dkk (2007) berpendapat bahwa sampah adalah bahan sisa atau produk sampingan dari kegiatan manusia yang sudah tidak berguna dan kemudian dibuang (waste), sehingga bisa menyebabkan gangguan estetika, kerusakan dan pencemaran lingkungan, atau mengandung unsur berbahaya, serta dapat mengganggu kelestarian dan kesehatan kehidupan manusia dan lingkungan. Tanjung mengemukakan sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna lagi yang dibuang oleh pemiliknya atau pemakainya semula (Tandjung, 1989 dalam Prihanto, 1996:7). Sedangkan, Apriadji (1991: 3) berpendapat bahwa sampah dapat dimaknai sebagai bahan padat sisa proses industri atau sebagai hasil

sampingan kegiatan rumah tangga :
Manik, (2004: 67) juga membagi jenis sampah berdasarkan zat pembentuknya, yang dibedakan menjadi 2 yaitu sampah organik dan sampah anorganik:

Sampah organik :

Sampah yang terdiri dari bahan penyusun hewan dan tumbuhan digolongkan ke dalam sampah organik. Selain hewan dan tumbuhan juga ada komponen lainnya yaitu sisa makanan dan kertas.

Sampah anorganik :

Sampah yang berasal dari sumberdaya alam tak terbaharui digolongkan kedalam sampah anorganik, seperti mineral, eksplorasi minyak dan proses industri. Pada umumnya sampah ini tidak dapat diuraikan atau sulit diuraikan secara alami.Sedangkan Apriadji (1991: 3), mengelompokkan sampah rumah tangga menjadi dua golongan, yaitu:
Sampah lapuk yaitu merupakan sampah yang mudah terurai secara alami (garbage)yang merupakan sisa pengolahan atau sisa – sisa makanan dari rumah tangga ataumerupakan hasil sampingan kegiatan pasar bahan makanan, seperti sisa sayur mayur.Sampah tidak lapuk dan sampah tidak mudah lapuk yaitu sampah yang tidak mudah terurai secara alami (rubbish). Sampah tidak lapuk merupakan sampah yang tidak akanbisa lapuk secara alami meskipun telah bertahun - tahun, seperti plastik, kaca, dan mika. Sedangkan, sampah tidak mudah lapuk adalah sampah yang akan bisa lapuk
perlahan - lahan secara alami. Sampah tidak mudah lapuk ini dapat pisahkan menjadi sampah yang bisa dibakar seperti kertas, kayu, dan sampah tidak mudah lapuk yang tidak bisa dibakar, seperti kaleng dan kawat.
Lebih lanjut dikemukakan Apriadji bahwa pembuangan sampah terangkai dari

kegiatan sebagai berikut:

Penampungan sampah (refuse storage)
Pengumpulan sampah (refuse collection)
Pembuangan sampah (refuse disposal)
Untuk pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu:
Pembakaran sampah (inceneration): merupakan pembakaran sampah yang dilakukan di tempat tertutup dengan mesin dan peralatan yang khusus dirancang untuk pembakaran sampah.
Penumpukan ( dumping): merupakan penumpukan sampah di atas tanah terbuka begitu saja tanpa ada perlakuan.
Penimbunan berlapis ( sanitary landfill): merupakan penimbunan sampah dengan tanah, sampah ditimbun secara berlapis sehingga tidak ada sampah yang tampak di permukaan tanah.
Pengomposan (composting) : merupakan pemanfaatan sampah organik menjadi bahan kompos.
Pemilahan dapat dimaknai sebagai upaya untuk memisahkan sekumpulan dari"sesuatu" yang sifatnya heterogen menurut jenis atau kelompoknya sehingga menjadi beberapa golongan yang sifatnya homogen. Sampah rumah tangga adalah segala sesuatu baik berupa bahan atau benda yang sudah tidak mempunyai nilai lagi. Dengan demikian pemilahan sampah dapat diartikan sebagai suatu proses kegiatan penanganan sampah sejak dari sumbernya dengan memanfaatkan penggunaan sumber daya secara efektif yang diawali dari pewadahan, pengumpulanan, pengangkutan, pengolahan, hingga pembuangan, melalui pengendalian pengelolaan organisasi yang berwawasan lingkungan sehingga dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan yaitu lingkungan bebas sampah.
Dalam melakukan pengolahan sampah, untuk memudahkan penguraian maka pemilahan sampah dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut:
Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya.Sampah dapat dibagi menjadi dua macam, yakni (a) Sampah yang mudah membusuk,
contoh: sisa sayuran, kulit buah, potongan ayam atau daging, daun-daunan, dan  lain sebagainya. (b) Sampah yang tidak mudah membusuk, contoh: kertas bekas, kaleng susu, pecahan kaca, dan lain sebagainya.
Pemilahan sampah ini dapat berguna dan selain itu memberikan keuntungan, yakni sampah yang diolah menjadi pupuk sehingga dapat dijual. Sampah yang dijual ke tukang loak dapat menambah uang belanja atau uang saku anak. Selain itu, wadah sampah rumah tangga pun tidak cepat menumpuk dan penuh
ditambah lagi mengurangi jumlah sampahyang dibuang ke tempat penampungan sementara.

Sebaiknya sampah dibuang di tempat tertutup, hal ini agar tidak menimbulkan bau tidak sedap, tidak mengundang lalat, tikus, kecoak, tidak bertebaran, dan tidak mengotori lingkungan juga mudah diangkut untuk dibuang ke tempat penampungan sementara.Memulai kebersihan tidak perlu menunggu para petugas sampah beserta gerobaknya untuk kerumah, ataupun menunggu ajakan pembantu rumah tangga. Namun dapat dilakukan dengan membagi dua tempat sampah kita, dengan melakukannya secara disiplin dan tanpa terasa selain rumah menjadi bersih, lingkungan juga menjadi nyaman.
Penting Sampah yang mudah membusuk seperti kulit telur, daun, kulit buah, sisa sayuran,dan lain sebagainya, dapat dijadikan pupuk.
Sampah yang tidak mudah membusuk seperti kaleng, bekas shampoo, sabun   cair,botol, kertas, dan sebagainya dapat dijual ke tukang loak.
Sedangkan sampah yang tidak berguna dibuang atau ditimbun dalam tanah.

 












Sumbangan Pemilahan Sampah Mandiri bagi Kelestarian Lingkungan Hidup.


Setiap hari manusia menghasilkan sampah baik yang merupakan sampah rumah
tangga maupun sampah industri yang bermacam-macam bentuk dan jenisnya. Sampah jika tidak diurus dan dikelola dengan baik dapat menyebabkan masalah lingkungan yang sangat merugikan. Sampah yang menumpuk dan membusuk dapat menjadi sarang kuman dan binatang yang dapat mengganggu kesehatan manusia baik badan maupun jiwa, sertamengganggu estetika lingkungan karena terkontaminasi.
Hal tersebut juga semakin menimbulkan masalah, karena kesadaran masyarakat
tentang pengelolaan sampah masih sangat rendah. Sebagai contoh, masyarakat hampir tidak pernah memikirkan jenis-jenis sampah dan bagaimana pengelolaannya yaitu mencampurkan saja semua sampah organik dan non-organik menjadi satu. Sehingga pembusukan yang terjadi pun tidak dapat dilakukan dengan sempurna.

·         Sampah organik 
tidak akan bermasalah karena dia akan terdaur ulang dengan alam. Sedangkan
·         sampah non-organik
membutuhkan ribuan tahun untuk menetralisirkannya. Semakin banyak
bertumpuk kertas, plastik, karet dan bahan non-organik lainnya, semakin riskan bumi kita terjaga kelestariannya.

Berikut ini adalah gangguan-gangguan yang ditimbulkan oleh sampah yang tidak dikelola dengan baik:

Gangguan estetika, atau dengan kata lain mengurangi atau mengganggu kenyamanan,karena menimbulkan bau tak sedap, mengotori sumber air, dan mengganggu pemandangan.

Mendorong terjadinya banjir. Bila kita membuang sampah pada saluran air buanganatau sungai, maka sampah dapat menyumbat saluran tersebut. Jika pada musim kemarau sampah akan mengganggu kenyamanan, maka pada musim penghujan sampah dapat menyebabkan banjir. Ketika banjir, sampah terbawa air dan dapat menyebabkan kerusakan pada jalan atau mengotori lingkungan.Dapat menimbulkan kecelakaan, misalnya sampah seperti kaleng bekas, pecahan kaca,dan paku dapat menimbulkan luka.Sarang kuman penyakit. Sampah yang menumpuk dapat menjadi sarang cacing, lalat,tikus, nyamuk, kecoa yang dapat menyebabkan ataupun menularkan penyakit.Beberapa penyakit yang timbul karena sampah diantaranya sakit saluran pencernaan seperti muntaber, mencret, disentri, tipus, dan juga kecacingan. Sampah juga dapat menyebabkan sakit demam berdarah dan penyakit “kaki gajah”, serta sakit kulit Sebagai wujud kepedulian kita terhadap kelestarian lingkungan, kita dapat memulai mengawali langkah kepedulian kita dengan hal yang sederhana. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mulai memisahkan sampah rumah tangga yang merupakan sampah organik dan sampah non-organik. Manajemen yang baik untuk pengelolaan sampah tersebut, jika dilakukan oleh masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga, akan sangat besar sumbangannya bagi kelestarian lingkungan. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mengelola tempat
 sampah rumah tangga : Memisahkan sampah kering / non organik dengan sampah basah / organik dalam wadah plastik.Tempat sampah harus terlindung dari sinar matahari secara langsung,                                                                                                                                                hujan,angin Menjaga tempat sampah agar tidak menjadi menjadi sarang binatang seperti kecoa,lalat, belatung, semut tikus dan lain-lain
Jika membuang sampah sebaiknya dalam kemasan plastik yang tertutup rapat   agar tidak mudah berserakan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Selain itu jugamemudahkan tukang sampah dalam mengambil sampah.

 Tempat sampah harus tertutup dan aman dari segala gangguan.
Jangan membakar sampah di lingkungan padat penduduk karena dapat mengganggu kenyamanan dan kesehatan orang lain Selain itu, setiap rumah tangga dan anggota keluarga dapat melakukan banyak hal keciltetapi berarti bagi

lingkungan, diantaranya adalah:
Ø  Saat berbelanja, biasakan membawa tas belanja sendiri agar tidak memerlukan tas plastik lagi
Ø  Saat hajatan, arisan, jamuan atau kumpul keluarga usahakan untuk tidak menggunakan plastik/Styrofoam/kardus untuk menempatkan makanan dan minuman. Gunakanlah gelas, piring atau cangkir yang dapat dipakai berulangkali, dan jika mungkin gunakan
Ø  daun untuk membungkus kue. Makan dengan cara prasmanan lebih cocok. Atau
Ø  pakailah piring dari anyaman lidi daun lontar yang diberi alas kertas atau daun, sehinga dapat dipakai berulang kali.
Ø  Saat di kantor, hematlah kertas, dengan membiasakan memakai kertas atau fotokopi secara bolak balik. Dengan menghemat kertas, berarti kita membantu mengurangi jumlah pohon yang harus ditebang. Saat kenaikan kelas, buku-buku lama yang tidak diminati dapat diserahkan ke perpustakaan. Buku petunjuk telepon lama dapat diberikan kepada tukang sayur untuk membungkus dagangannya. Kumpulkan sisa halaman dari buku tulis yang masih bersih, beri lubang, ikat dan beri sampul sehingga menjadi buku tulis yang baru.

Di tingkat masyarakat, para ibu kader, ketua RT, ketua RW dan pemuda/pemudi perlu bekerjasama membiasakan warga hidup secara ramah lingkungan.

Misalnya:
Sesekali mengadakan acara mengumpulkan barang yang sudah tidak terpakai dan biarkan orang yang membutuhkan untuk mengambil dan menggunakannya secara gratis atau dengan harga murah.Pemilahan sampah mulai dari rumah tangga, dilanjutkan dengan pusat daur ulang sederhana. Usulkanlah di lingkungan tempat tinggal agar diadakan suatu pusat daur ulang.

Ø  Sebelum kegiatan :

Kerjabakti secara berkala untuk mengumpulkan sampah dan membersihkan selokan.Demi kesehatan, jangan lupa menggunakan sarung tangan, atau kantung plastik yang diikat di pergelangan tangan. Jangan lupa pula untuk mencuci tangan dengan sabun

Ø  sesudah kegiatan :

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan dampaknegatif bagi kehidupan manusia dan lingkungannya, karena bisa menimbulkan berbagai penyakit dan polusi. Sedangkan sampah rumah tangga yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat dan hasil yang menguntungkan bagi kehidupan manusia dan keseimbangan lingkungan. Sehingga ancaman bencana seperti lingkungan yang tidak sehat, polusi penyebaran kuman penyakit, maupun banjir dapat dihindarkan.















Daftar Pustaka

Apriadji, Wied Harry. 1991. Memproses Sampah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Kamus Terbaru Bahasa Indonesia. Dilengkapi dengan Ejaan yang  Disempurnakan( EYD). 2008. Surabaya: Reality Publisher.
Manik, Karden Eddy Sontang. 2004. Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta: Djambatan Modul Pelatihan Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat, Substansi: ESP DKI Jakarta Environmental Services Delivery Desain: Program Communication bekerjasama dengan USAID dalam http://www.esp.or.id/wp-content/uploads/pdf/devtools/modulcbswm-hi.pdf, diakses tanggal 1 Agustus 2010
Modul Pelatihan: Kesehatan Lingkungan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga. 2005. Wahana Visi Indonesia dan FKM Universitas Airlangga.
http://www.mitrariset.com/2010/08/koleksi-132.html. Diakses tanggal 1 Agustus 2010 Nugroho, Karyadi, dkk. 2007. Laporan Penelitian: Manajemen Pemilahan Sampah di Stasiun Tugu Yogyakarta Tahun 2007, dalam
http://uripsantoso.wordpress.com/2008/12/22/pentingnya-pemilahan-sampah/, diakses tanggal 27 Februari 2010, pukul 14.10.
Outerbridge. 1991. Limbah Padat di Indonesia: Masalah atau Sumber Daya?      Jakarta:Yayasan Obor Indonesia.
Radar Jogja, Senin, 22 februari 2010. Memperingati Hari Sampah. Siswanto, H.B. 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
https://www.facebook.com/yoga.lely